Mobil Tanpa Kemudi Autonomous Car

Pernahkah kalian membayangkan berkendara dengan mobil tanpa perlu mengemudi?

Saat ini hal tersebut bukan lagi sesuatu yang mustahil, sebab sekarang telah ada teknologi yang memungkinkan untuk kita berkendara menggunakan mobil tanpa perlu mengemudinya, yaitu teknologi Autonomous Car atau biasa disebut Mobil Otonom, lalu apa itu teknologi Autonomous Car?

Praktisnya, Autonomous Car adalah mobil tanpa pengemudi, Autonomous Car ini mempunyai kemampuan berkendara sama seperti mobil pada umumnya yang dikemudikan seseorang, yang membedakannya Autonomous Car ini bergerak dan melaju dengan menggunakan Artificial Intelligent atau AI dan ditambah juga dengan serangkaian sensor yang ditempatkan pada Autonomous Car ini

Teknologi Autonomous Car terbagi dalam 5 level, berikut ini diantaranya:

  1. Level 1 (asisten pengemudi yang diperlukan)
  2. Level 2 (pilihan otomatisasi sebagain tersedia)
  3. Level 3 (otomatisasi kondisional)
  4. Level 4 (otomatisasi tinggi)
  5. Level 5 (otomatisasi penuh)

Teknologi Autonomous Car bekerja dalam rangkaian komponen-komponen, seperti GPS, kamera digital, radar, sistem ECU, dan juga sistem otomatis yang beguna untuk menggerakkan stir mobil dan juga untuk akselerasi dan deselerasi pada pedal gas.

Berikut ini adalah penjelasan lebih tentang teknologi di balik Autonomous Car:

Computer Vision

Computer vision adalah  proses dimana serangkaian kamera saling terkoneksi untuk memberikan gambaran terhadap keadaan sekitar dari subject yang dalam hal ini adalah mobil. Gambar atau video yang dikirimkan dari kamera ini diproses oleh komputer dengan kemampuan machine learning. Tugas dari komputer machine learning ini adalah melabeli setiap objek yang tampak dalam gambar atau video tersebut seperti mobil, pejalan kaki, rambu-rambu lalu lintas, dan sebagainya.

LiDAR

LiDAR dapat memberikan data yang jauh lebih akurat bila dibandingkan kamera. LiDAR juga dapat berfungsi dengan baik tanpa bantuan cahaya sekalipun karena menggunakan sensor infra merah. Akan tetapi, LiDAR tidak dapat membedakan rambu-rambu maupun warna lampu-lintas.

Sensor Fusion

Dalam proses ini data yang berasal dari kamera atau pun LIDAR digabung dengan data dari sensor yang lain. Sensor parkir misalnya, sensor ini memberikan penginderaan jarak dekat yang lebih akurat hingga hitungan sentimeter.

Localization

Setelah tahu kondisi sekitar, saatnya mobil autonomous untuk mengetahui di mana dia berada, apakah dia ada di jalan atau di halaman parkir. Tahu di mana kita berada akan berpengaruh pada kecepatan dan gaya mengemudi. Hal ini tentunya mudah bagi manusia untuk menyesuaikan gaya mengemudinya.

Path Planning

Proses selanjutnya yang dilakukan oleh mobil self-driving adalah merencanakan jalur mana yang akan dipilih agar sampai tujuan. Selain jarak tentunya ada faktor lain yang menjadi pertimbangan komputer. Salah satunya adalah waktu tempuh.

Control

Proses ini dilakukan oleh alat yang sering disebut ECU. Teknologi ECU (Electronic Control Unit), Teknologi ini berfungsi untuk penghematan bahan bakar, keamanan, serta kenyamanan berkendara. Di mobil self-driving ‘kekuasaan’ dari ECU lebih besar lagi. ECU dapat mengontrol kemudi hingga putaran penuh, mengerem, dan bahkan menginjak pedal gas.

Leave a Comment