Teknologi LiDAR Untuk Pemetaan Objek

Tentu belakangan ini kita sering mendengar istilah LiDAR, diitambah lagi dengan dirilisnaya smartphone teranyarnaya iPhone 12 Pro dan iPh0ne 12 Pro Max yang mengadaptasi teknologi LiDAR ini pada sistem kameranya.

Sebenarnya apakah teknologi LiDAR ini? pada kesempatan kali ini kita akan membahasnya.

Istilah LiDAR sendiri merupakan singkatan dari Light Distance And Rangingsecara definisi teknologi LiDAR ini merupakan sebuah metode pendeteksian objek yang menggunakan prinsip pantulan sinar laser untuk mengukur jarak objek yang berada di permukaan bumi, pertama kali teknologi ini diperkenalkan pada tahun 1960-an yang pada saat itu diperuntukkan keperluan penerbangan, namun seiring berkembangnya zaman teknologi ini mulai populer sebagai sistem pemetaan atau mapping sejak tahun 1980-an sampai dengan saat ini.

Dan bagaimana dengan cara kerjanya?

Prinsip kerja teknologi LiDAR pada dasarnya sangat sederhana. Teknologi LiDAR ini melakukan perhitungan jarak dengan cara mengeluarkan sinar yang berasal dari laser transmitter ke suatu permukaan, selanjutnya melakukan penghitungan, kemudian merekam lama waktu yang diperlukan oleh sinar laser untuk melakukan penghitungan tersebut sampai kembali ke receptor. Jika dianalaogikan prinsipnya sama seperti kejadian dimana kita mengarahkan cahaya senter ke sebuah permukaan, sebenarnya proses yang terjadi ialah kita melihat pantulan dari cahaaya senter dari permukaan tersebut ke retina kita, namun disebabkan prosesnya yang sangat cepat, maka kita tidak dapat melihanya.

Lalu komponen-komponen apa saja yang terdapat pada teknologi LiDAR?

Komponen pada LiDAR terdiri dari empat buah komponen, berikut ini diantaranya:

1. Pemindai dan Optik

Kecepatan pindai objek dari suatu sistem LiDAR dapat menentukan kecepatan pencitraan gambar yang dapat dihasilkan. Berbagai macam mode pemindaian tersedia untuk berbagai keperluan, seperti azimuth & elevation, dual oscillating plane mirrors, dual axis scanner dan polygonal mirrors. Jenis dari perangkat optik menentukan resolusi dan jangkauan yang mampu dipindai oleh sistem LiDAR.

2. Laser

Laser dikategorikan berdasarkan panjang gelombangnya. Laser dengan panjang gelombang 100 – 1000 nm umum digunakan untuk keperluan non-scientific, laser tipe ini dapat dengan mudah difokuskan dan dilihat oleh mata. Untuk alasan keamanan, biasanya daya pada laser ini dibatasi dengan standar yang aman untuk mata manusia. Kemudian ada juga laser dengan panjang gelombang 1550 nm. Laser tipe ini memiliki panjang gelombang dan daya yang lebih tinggi dari tipe laser sebelumnya, namun tipe cahaya yang dihasilkan tidak terfokus dan aman untuk mata manusia. Laser jenis ini banyak digunakan pada perangkat kacamata night-vison untuk keperluan militer. LiDAR untuk mapping udara, umumnya menggunakan YAG laser dengan panjang gelombang 1064 nm atau 532 nm (bathymetric meter).

3. Navigasi dan Sistem Pemetaan

Saat sensor LiDAR dipasang pada platform bergerak seperti satelit, pesawat, atau kendaraan dan robot, sistem menganalisa kondisi awal untuk dijadikan posisi dan orientasi absolut. GPS umumnya digunakan untuk menentukan informasi koordinat geografis, di lain sisi sensor Inertia Measurement Unit (IMU) digunakan untuk menentukan orientasi. Kombinasi kedua data dari perangkat tersebut digunakan sebagai metode penerjemahan data sensor ke static points yang kemudian diolah lebih lanjut untuk aplikasi ke berbagai sistem.

4. Photo Detector dan Receiver

Photo detector atau receiver merupakan perangkat yang memiliki fungsi untuk membaca dan merekam pulsa laser yang dipantulkan dari objek terukur. Ada dua macam photo detector yang umum digunakan pada sistem LiDAR, yaitu photodioda dan photomultipliers.

Leave a Comment